Engkau Malu?
Hubungan perut dan malu
![]() |
| Silaturahim kepada guru mulia maulana syekh 'Ala Muhammad Mustafa Muhammad Naimah (Alexandria) keluarga Gen-Halilintar saat berkunjung ke indonesia. 6 september 2019 @status facebook Abdul Muhi
Mari kita bersholawat kepada Nabi besar Nabi Muhammad SAW
Dari hadist sayyidina Rasullillah
Di riwatkan dari Hadist sayyidina Abu Huraira R.A(Radiyallahu‘AnHu) beliau berkata:
"Telah bersabda Rasulullah SAW: “Malulah kalian dengan sebenar-benarnya malu”
Mereka berkata: “Wahai Rasulullah! Kami malu kepada Allah. Lalu Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang malu kepada Allah, maka hendaklah menjaga perut dan sekitarnya.”,
Maka jagalah perut ini dari memakan yang haram atau meminum yang haram, Maka hendaklah menjaga perut dan yang sebagainya, dan hendaklah ia mejaga kepala dan unsur-unsurnya, jagalah mata (pandangan).
Wahai tuanku, apa yang akan engkau katakan, andaikan engkau memberi seseorang sesuatu yang engkau miliki, engkau memberikan (kepada) seseorang rumah milikmu, engkau memberi (kepada) seseorang sesuatu yang engkau miliki, lalu ia menerima pemberian ini darimu, kemudian dia melanggarmu (mengkhianatimu) dengan apa yang engkau berikan kepadanya.
Aku memberimu rumahku, lalu anda duduk di rumahku seraya melanggarku, aku memberimu mobilku dan anda menerima mobilku lalu (engkau) berselisih denganku.
Wahai tuanku…kami semua bermaksiat kepada Allah dengan segala kenikmatan-Nya,
Wahai tuanku…kami semua mengambil semua nikmat Allah,
Kemudian kita menjadikan nikmat-Nya itu sebagai penolong kita untuk bermaksiat kepada Allah,
Wahai orang yang bermaksiat kepada Allah dengan penglihatan atau dengan mendengar yang haram, atau dengan ucapan yang haram, atau dengan membakar Negara kaum Muslimin.
Sungguh semua nikmat ini Allah yang telah memberimu, bagaimana bisa kamu menjadikan penolong dengan nikmat Allah untuk bermaksiat kepada Allah?
Telah bersabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang malu kepada Allah, Maka hendaklah ia menjaga perut dan sekitarnya, dan hendaklah ia menjaga kepala dan unsur-unsurnya.” Yaitu mata, telinga, hidung dan lisan, tidak mereka gunakan itu untuk yang haram.
Kemudian Nabi SAW bersabda: “Dan hendaklah ia mengigat mati dan ujian”. Jangan lupa wahai tuanku… Sungguh saya dan anda dekat, akan berhadapan dengan Allah. Jangan lupa wahai tuanku…
Sungguh saya dan anda dekat, setiap dari kita akan
berhadapan seorang diri saja, sendirian di hadapan Allah.
Allah akan menanyaiku dan menanyaimu,
tentang semua ucapan
dan perbuatan kita…
semua penglihatan kita…
dan semua maksiat kita…
Sungguh Maulana Rasulullah SAW, mendidik para sahabatnya untuk membersihkan (mensucikan) diri mereka masing-masing, kemudian beliau mengajari mereka terlebih dahulu pelajaran tentang membersihkan diri, yaitu hendaklah manusia malu kepada Tuhannya, hendaknya manusia mendekati Tuhannya, dan mengajari manusia bahwa tuhanku bersamaku selamanya, sehingga aku malu ketika ia melihatku dalam keharaman.
Allah telah memberi kita dan anda semua rezeki berupa baiknya malu kepada Allah, allah telah memberi kita dan anda semua rezeki baiknya adab (tatakrama) kepada Allah, Allah telah memberi kita dan anda semua rezeki, berupa jiwa-jiwa yang bersih (suci), hati hati yang bercahaya, dan pekerjaan-pekerjaan yang di ridhoi oleh tuhan kita.
Dari Nabi SAW bahwasahnya Ia bersabda: “Setiap manusia memiliki salah, dan sebaik-baiknya mereka yang bersalah adalah orang-orang yang bertaubat.
Ceramah Syeikh ‘Ala Mustafa Naimah (Mesir-Alexandria)
Tulisan ini hasil ulangan dari khutbah Syeikh 'Ala pada tahun 2015 dan dapat di lihat di youtube.
|

No comments for "Engkau Malu?"
Post a Comment